Selasa (15/7), mengenakan pakaian lengkap ratusan Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dan Badan Usaha. Milik Daerah (BUMD) yang tergabung dalam Forum
Pegawai Peduli Kota Palembang (FP3) mendatangi gedung Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) kota Palembang,mereka menuntut Walikota Palembang
dan Wakil Walikota Palembang turun dari jabatannya.Pantauan dilapangan demo yang digelar sejak pukul 09.00 Wib dengan mengusung berbagai spanduk oleh PNS mulai dari staf biasa,mantan kepala dinas ini menilai jabatan walikota dan wakil walikota Palembang cacat hukum.
"Romi Herton dan antek-anteknya harus mundur, karena mereka telah terbukti melakukan penyuapan
atas putusan Pilkada Kota Palembang bersama mantan ketua MK Akil Mochtar," ujar Koordinator Aksi Forum Pegawai Peduli kota Palembang (FP3) Ari.
Tidak hanya menuntuk Walikota dan wakil walikota mundur,suara ratusan PNS yang terbungkam selama setahun ini,tegasnya juga menuntut Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Ucok Hidayat mundur dari jabatannya juga.
Sementara itu,aksi demo juga mendapat kecaman warga,menurut Wati Widya (45) masyarakat kota Palembang aksi demo yang digelar bukan murni memperjuangkan hak rakyat melainkan demoa sakit hati.
."Awak gaji la besak pensiunan la dapet katek orosan. kalu nak dibandingke dengan kami wong kecik ne dak sebandeng. sudahlah begawe bener-bener jangan makan gaji buto,"katanya .
Sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, rodah kepemerintahan harus tetap berjalan dan fokus pada program visi-misi walikota dan wakil walikota yang menjadi program untuk lima tahun ini.
"Tidak ada yang membentuk blok, Walikota Palembang tetap H.Romi Herton fokus kerja dan melayani masyarakat,"katanya.




0 comments :