Facebook Twitter Google RSS

Tuesday, June 10, 2014

Caleg Galau Teror Tim Suksesnya

Unknown     4:06 PM  No comments

Prabumulih---Akibat kecewa dengan perolehan suara tidak sesuai dengan yang diharapkan, seorang calon legislatif (caleg) yang galau dari salah satu partai dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Prabumulih Timur - Prabumulih Selatan mengancam akan membunuh tim suksesnya. Tim sukses yang akan dibunuh tersebut yakni Komaidi (52), warga Jalan Sepatu Gang Aris RW 06 Kelurahan Karangraja Kecamatan Prabumulih Selatan kota Prabumulih, Sementara sang caleg Galau yakni berinisial SM.
Menurut Komaidi, hal itu dilakukan sang caleg karena target perolehan suara sebanyak 600 suara yang diinginkan sang caleg tidak tercapai dan hanya memperoleh 200 suara, padahal uang yang disebar sudah sebanyak Rp 130 juta. Tidak hanya terus-terusan melakukan pengancaman, sang caleg bersama lima bodyguart bahkan sempat membawa korban ke Jalan Lingkar Prabumulih untuk mengeksekusi atau menghabisi nyawa korban. Namun niat tersebut tidak jadi dilakukan, diduga setelah kawanan caleg berpikiran akan melakukan pemaksaan terhadap Komaidi agar uang serangan pajar sejumlah Rp 130 juta dikembalikan.
Tidak hanya itu, Komaidi beserta seorang Ketua RW 6 Karangraja yakni Samsudin sempat disandra agar uang dikembalikan. Namun, Samsudin hanya disekap selama beberapa jam karena istri korban menyerahkan tebusan sebesar Rp 30 juta, sementara Komaidi terpaksa disekap selama dua hari dua malam dan akhirnya bebas setelah pihak keluarga menyerahkan emas lima suku, sejumlah uang serta dipaksa menandatangani surat berisi pernyataan mengembalikan uang titipan. Total uang yang telah dikembalikan dua korban yakni sebanyak sekitar 70 juta, sementara sisa sebanyak 60 juta masih harus dibayar Senin (28/4). Namun jika tidak dikembalikan para kawanan caleg akan melakukan eksekusi.
Khawatir dengan terus-terusan mendapat rong-rongan serta pengancaman dari para pelaku, korban yang menceritakan kepada keluarga lalu bersepakat akan membawa permasalahan tersebut ke kepolisian polres Prabumulih. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, permasalahan tersebut berawal ketika korban Komaini dikenalkan Ketua RW 06, Samsudin kepada caleg pada Februari lalu. Selanjutnya setelah cukup akrab, kedua korban mendatangi kediaman caleg di Jalan Mataram Kelurahan Sukajadi Prabumulih Timur, kemudian caleg memberi keduanya uang sebanyak Rp 28 juta sebagai akomodasi untuk merekrut tim-tim inti pemengan di tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Karangraja. Selanjutnya setelah melakukan perekrutan dan pemantapan saksi-saksi, pada 8 April atau sehari sebelum pencoblosan, korban diminta menemui caleg untuk mengambil uang serangan fajar. Lalu setelah ke rumah pelaku, korban kemudian diberi uang sebanyak 93 juta untuk dibagikan ke masyarakat di 17 TPS, lalu Komaini membagikan uang melalui 17 tim inti dan selanjutnya disebar ke masyarakat hingga tengah malam. Suara yang diperlukan sebanyak 600 suara dan setiap warga diperintahkan sang caleg diberi uang Rp 150 ribu.
Usai melaksanakan tugas sekitar pukul 24.00, Komaini bersama sang ketua RW kemudian dijemput caleg dan kakak ipar serta lima bodyguardnya untuk dibawa ke rumah sang caleg. Diduga hal itu dilakukan untuk memastikan jumlah suara didapat dan agar kedua korban tidak kabur jika suara diperoleh kurang. Belum lama keduanya di bawa, keduanya dituduh tidak membagikan uang dan diminta mengembalikan uang sebesar Rp 130 juta. Merasa uang sudah dibagikan keduanya pun membantah, hingga akhirnya disekap di rumah sang caleg.
"Pak RW bisa pulang karena istrinya mengantar uang tebusan sebesar Rp 30 juta, sementara saya tidak ada uang. Saya bahkan sempat dibawa ke Jalan Lingkar untuk dieksekusi (ditembak-red)," ujar korban Komaini ketika dibincangi wartawan di kediamannya, Minggu (27/4/2014).
Menurut Komaini, disaat itu dirinya seperti tahanan, dimana tidak boleh keluar dan pulang bahkan istri korban Nurhasanah hanya diperbolehkan menjenguk dan mengantar pakaian dari luar pagar. Korban sendiri dapat bebas dari sekapan sang caleg setelah mengumpulkan emas seberat lima suku dari keluarga dan sejumlah uang dari 17 tim sukses.
"Saya diminta tanda tangan surat dan harus membayar sisa pada Senin besok (hari ini-red), kalau tidak caleg mengancam tanggung saja resikonya nanti," ungkap Komaidi was-was dan trauma seraya mengatakan kakak ipar caleg pernah mengatakan kepala kamu tembus oleh peluru ini.
Adapun lima bodyguard dan kakak ipar caleg yang melakukan pengancaman yakni inisial UM, AT, AD, AN, SD dan sang kakak ipar ED. "Mereka mengancam akan menembak dengan menakuti pistol dari balik baju, kami takut dan tertekan. Padahal uang itu betul-betul saya bagikan, saksi serta orang-orang yang saya bagi duit ada catatan dan mengaku ketika caleg menanyakan secara langsung tapi kenapa saya ditagih dan diancam terus," ungkapnya.
Ia berniat akan melapor ke polisi bersama keluarga hari ini. Hal yang sama diungkapkan Nurhasanah dan adik korban. Bahkan menurut ibu dua anak tersebut dan adiknya, para utusan caleg pernah datang ke rumah untuk meminta agar uang sisa dikembalikan.
"Saat itu mereka minta agar uang sisa dikembalikan jika tidak maka tanggung akan ada akibatnya," ungkap ibu tersebut.
Terpisah, sang caleg, SM ketika dikonfirmasi melalui handphone mengatakah apa yang disampaikan Komaidi tidak benar. Pada malam usai pileg keluarga korban bahkan mengajak petugas kepolisian polres Prabumulih untuk memastikan. "Saat keluarga datang bersama polisi, dia (Komidi-red) saat itu sedang minum kopi di luar rumah, jadi tidak ada penyekapan. Begitupun dengan meminta uang kembali, tidak benar itu," ungkapnya dengan nada kecewa mengapa dirinya yang terjatuh kembali mendapat masalah.
Menurut caleg itu, jika memang benar mendapat pengancaman mengapa tidak melapor ke polisi, jika demikian justru membuat pihaknya terpojok. "Kalau diancam atau disekap kan pasti melapor, toh saat itu juga ada polisi," ungkapnya singkat.

Sumber Sripo

Unknown


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 comments :

Text Widget

Recent news

About Us

Proudly Powered by Blogger.