SumateraDeadline.com Palembang - Ribuan honorer Kategori. Dua (K2 ) yang lulus verifikasi mempertanyakan kinerja Badan Kepegawai Daerah-Diklat(BKD-D) kota Palembang,keresahan yang menyelimuti honorer K2 ini cukup beralasan,hingga kini kejelasan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) tak kunjung tiba.
“Kami sangat kecewa dengan kinerja BKD-Diklat Palembang yang lamban memverifikasi dan tidak memberikan keterangan secara terbuka akan kejelasan status kami.” Jelas honorer K2 yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (24/6).
Dari usai verifikasi beberapa bulan lalu,setiap diminta kejelasan dari pihak terkait katanya,selalu terkesan tertutup.
“Jika terus begini nasib kami seakan diabaikan, padahal sebagian besar dari tenaga honorer K2 yang lulus tes CPNS ini sudah mengabdi belasan tahun,”tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat kota Palembang Kurniawan, melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Administrasi Perizinan Pegawai, Lista menjelaskan, pihaknya juga masih menunggu hasil dari BKN untuk hasil berkas honorer K2 yang lulus tes CPNS telah diserahkan pada akhir Mei lalu.
Dari totaal 833 honorer K2 yang dinyatakan lulus oleh BKN beberapa bulan lalu ini,ditemukan sebanyak 50 orang diketahui memalsukan data.
“Awalnya ada 833 orang yang dinyatakan lulus tes CPNS. Namun, setelah dilakukan verifikasi lanjutan oleh pihak Inspektorat, ternyata ada sekitar 50 orang yang harus kembali dicoret dengan alasan pemalsuan berkas. Nah , kini semua berkasnya telah dikirim ke BKN,” jelas dia.
Dilanjutkanya, untuk selanjutnya BKN-lah yang nantinya akan mengeluarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) kepada setiap CPNS tersebut dilanjutkan dengan memberikan petunjuk teknis (Juknis) lanjutan kepada setiap Kabupaten/Kota.
“Jika juknisnya telah kami terima maka akan dilanjutkan dengan keputusan walikota untuk melakukan pelantikan,”terangnya.(Hidayat)
“Kami sangat kecewa dengan kinerja BKD-Diklat Palembang yang lamban memverifikasi dan tidak memberikan keterangan secara terbuka akan kejelasan status kami.” Jelas honorer K2 yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (24/6).
Dari usai verifikasi beberapa bulan lalu,setiap diminta kejelasan dari pihak terkait katanya,selalu terkesan tertutup.
“Jika terus begini nasib kami seakan diabaikan, padahal sebagian besar dari tenaga honorer K2 yang lulus tes CPNS ini sudah mengabdi belasan tahun,”tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat kota Palembang Kurniawan, melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Administrasi Perizinan Pegawai, Lista menjelaskan, pihaknya juga masih menunggu hasil dari BKN untuk hasil berkas honorer K2 yang lulus tes CPNS telah diserahkan pada akhir Mei lalu.
Dari totaal 833 honorer K2 yang dinyatakan lulus oleh BKN beberapa bulan lalu ini,ditemukan sebanyak 50 orang diketahui memalsukan data.
“Awalnya ada 833 orang yang dinyatakan lulus tes CPNS. Namun, setelah dilakukan verifikasi lanjutan oleh pihak Inspektorat, ternyata ada sekitar 50 orang yang harus kembali dicoret dengan alasan pemalsuan berkas. Nah , kini semua berkasnya telah dikirim ke BKN,” jelas dia.
Dilanjutkanya, untuk selanjutnya BKN-lah yang nantinya akan mengeluarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) kepada setiap CPNS tersebut dilanjutkan dengan memberikan petunjuk teknis (Juknis) lanjutan kepada setiap Kabupaten/Kota.
“Jika juknisnya telah kami terima maka akan dilanjutkan dengan keputusan walikota untuk melakukan pelantikan,”terangnya.(Hidayat)





0 comments :