Facebook Twitter Google RSS

Wednesday, June 11, 2014

Mark Pincus Si Raja Games Online

Unknown     11:44 AM  No comments

PERNAH mendengar nama Mark Pincus? Mungkin banyak yang tak begitu mengenalnya dengan baik. Tetapi bila menyebut Zynga Inc, sebuah perusahaan games online yang menempel pada Facebook, semua pengemar games online pasti mengenalnya.
Ya, siapa yang tak mengenal permainan Texas Hold’em Poker? Di Indonesia penggemar permainan ini cukup banyak. Bahkan ada yang sampai berbisnis chip poker, karena banyak yang ingin membeli agar bisa bermain Texas Hold’em Poker.

Kurun waktu 2009 lalu, Zynga juga berjaya melahirkan Farmville, game simulasi virtual tentang pertanian yang digandrungi oleh nyaris 400 juta umat. Poker dan Farmville, hanya dua dari sekian games online yang dimiliki Zynga. Ada juga CityVille, Frontierville, Caf World, Mafia Wars, FarmVille 2: Country Escape, Treasure Isle, dan sebagainya yang dimainkan oleh lebih dari 250 juta orang. Nah, bayangkan berapa banyak duit yang masuk ke kantong Zynga?

Pincus lah yang menggagas berdirinya Zynga pada Juli 2007. Pincus berhasil membuat Zynga menjadi games online yang paling sering dimainkan di jejaring sosial Facebook. Zynga sendiri diambil dari nama anjing piaranya, Zynga Zoo. Bahkan, logo Zynga juga dibuat dengan memakai wajah Zynga Zoo. Mengapa dia menggunakan nama anjingnya? Simpel saja, Pincus amat menyayangi anjingnya dan ingin anjing besar itu selalu ada di dekatnya.

Lahir di Chicago, Amerika Serikat pada 13 Februari 1966, semula Pincus dikenal sebagai seorang ekonom kelas dunia. Jejak karirnya cukup cemerlang. Dia menempuh pendidikan dasar di Francis W. Parker School. Lulus pada 1984, dia melanjutkan kuliah di Wharton School of University of Pennsylvania. Setelah mendapat gelar sarjana, Pincus bekerja di perusahaan modal ventura dan jasa keuangan selama hampir enam tahun. Dia juga sempat menjadi analis keuangan di Lazard Freres & Co.

Kariernya melonjak ketika dia pindah ke Hong Kong. Selama dua tahun, Pincus menjabat wakil presiden untuk Asia Capital Partners. Tetapi dia tak lama di sana, dia memutuskan kembali ke Amerika Serikat, untuk mengambil gelar master di Harvard Business School. Sembari kuliah, ia mengisi liburan pada musim panas sebagai partner untuk Bain & Co.

Begitu gelar MBA didapat, Pincus mendapat tawaran bekerja perusahaan di Tele-Communications, yang sekarang bernama AT&T Cable. Dia ditempatkan sebagai manajer pengembangan bisnis. Hanya setahun saja, dia betah bekerja di sana. Dia memutuskan pindah Columbia Capital sebagai wakil presiden.

Di perusahaan inilah ketertarikannya pada bisnis teknologi informatika (IT) muncul. Akhirnya pada 1995, dia mendirikan Freeloader. Ini adalah sebuah layanan teknologi push e-mail berbasis web. Tujuh bulan kemudian, Freeloader diakuisisi perusahaan IT dengan nilai 38 juta dollar AS.

Pada 1997, Pincus mendirikan Support.com dan mendaulat dirinya sebagai chief executif officer (CEO). Support.com dibangun untuk menjadi penyedia layanan dan perangkat lunak.

Masuk bursa pada Juli 2000, dua tahun kemudian, Support.com mengganti namanya menjadi SupportSoft. Tak puas sampai di situ saja, dia mendirikan Tribe.net. Banyak yang bilang, perusahaan ini sebagai cikal bakal jaringan sosial pertama di dunia. Untuk mendukung pengembangan usaha, Tribe.net bermitra dengan media-media besar, seperti The Washington Post, Knight Ridder Digital, dan Mayfield Fund.
Mengembangkan Zynga
Begitulah Pincus. Ambisinya cukup besar. Media sosial untuk profesional Linkedln yang merupakan jantung dari perusahaan Six Degrees Patent, dia akuisisi dengan nilai US$700 ribu. Setelah berkembang, pada 2007, Cisco Systems mengakuisisi Tribe.net untuk mengembangkan platform jaringan sosial bagi kelompok digital media.

Akan halnya Zynga, di tangannya berkembang cukup hebat. Pincus menggandeng Facebook untuk memasarkan games online-nya. Karena games buatan Zynga sukses dimainkan jutaan orang, Zynga pun mengklaim sebagai raja permainan jaringan sosial terbesar di internet. Kekayaan Pincus diperkirakan mencapai US$ 850 juta. Zynga diputar di berbagai jaringan sosial seperti Facebook, serta perangkat mobile, iPhone, Android, dan iPad.

Sukses tersebut menghantarkan aneka penghargaan untuk Pincus, antara lain “CEO of the Year” pada 2009 oleh The Crunchies. Tahun berikutnya, ia pun disebut sebagai “Founder of the Year“.
Saat Zynga berumur setahun, Pincus berhasil menarik lima investor dan lima modal ventura dengan memercayakan US$ 5,6 juta dananya. Pada Juni 2008 mereka menambah investasi sebesar US$ 5 juta. Investor besar macam Klein Perkins Caufield & Byers, juga ambil bagian dalam menanamkan uangnya. Softbank asal Jepang juga berpartisipasi menempatkan US$ 150 juta. Hanya dalam tempo tiga tahun, Zynga berhasil mengantongi US$ 519 juta.

Seiring dengan perkembangan bisnisnya, Pincus terus mengakuisisi perusahaan-perusahaan pembikin game online demi mempercepat pertumbuhan bisnis Zynga. Dia melebarkan sayapnya dan memiliki 13 kantor yang tersebar di Amerika, Asia, dan Eropa. Pada Februari 2010, Zynga membuka kantor di Bangalore, India. Ini adalah kantor pertama Zynga di luar AS. Sebulan kemudian, Pincus menjadikan kantor di Irlandia sebagai markas kedua bagi Zynga.

Saham Terpuruk
Pada 2011, Pincus mengambil langkah memasuki bursa saham. Rupanya, keberuntungan tak berpihak padanya. Nilai saham Zynga sempat melonjak lalu belakangan sahamnya melorot tajam hingga hingga 66% dari harga panawarannya senilai US$ 10.

Minat masyarakat terhadap games Zynga juga semakin surut setelah muncul pesaing. Hasilnya, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi keuangan Zynga terpuruk. Tahun 2013, Zynga hanya berhasil mengantongi pendapatan US$ 873 juta, turun dari sebelumnya US$ 1,3 miliar pada tahun lalu. Selama tiga tahun terakhir saja, Zynga telah kehilangan lebih dari US$ 600 juta.

Pada 2013, menjadi tahun yang sulit bagi Zynga. Pincus terpaksa menutup kantor di Jepang dan juga menutup 11 game Facebook dan iOS. Bahkan, pada 2012 juga Zynga kehilangan 7 eksekutif papan atasnya tanpa alasan yang jelas.

Selain melakukan akuisisi NaturalMotion, Zynga juga memecat 15% karyawan mereka atau sekitar 314 orang. Hal ini mereka lakukan untuk mengurangi pajak perusahaan dan juga mengurangi kerugian yang mereka terus alami. Sebagai bentuk tanggungjawabnya, Pincus mundur dari jabatan CEO. Dia menjadi Chief Porduct Officer dan tetap menjadi chairman perusahaan.

Don Mattrick, sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang baru, saat ini tengah melakukan strukturisasi untuk mengembalikan Zynga ke nilai-nilai inti yang selama ini mendukung keberhasilan Farmville. Mereka pun yakin, Zynga akan kembali digemari jutaan orang. “Gagal adalah cara terbaik untuk membuat kita tetap membumi dan rendah hati,” kata Pincus bijak. [*]

Unknown


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut odio. Nam sed est. Nam a risus et est iaculis adipiscing. Vestibulum ante ipsum faucibus luctus et ultrices.
View all posts by Naveed →

0 comments :

Text Widget

Recent news

About Us

Proudly Powered by Blogger.