Seperti dikutip dari Xinhua, laporan yang diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Anti-Narkoba Internasional ini menyebutkan, budi daya opium di Afganistan telah melonjak sebesar 36 persen dari 154 ribu hektare pada tahun 2012 menjadi 209 ribu hektare pada tahun 2013.
Meski dilanda konflik bersenjata, negara ini masih menghasilkan sekitar 5.500 ton opium atau 80 persen dari produksi dari opium global. Budi daya opium di segitiga emas, Afganistan-Iran-Pakistan, kembali menggeliat sejak tahun 2006.
Tingginya budi daya opium ini meningkatkan kekhawatiran penyalahgunaan heroin di sejumlah negara Asia seperti Cina, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam. “Pasar narkoba di Asia Timur dan Asia Tenggara yang dinamis bisa berkembang secara signifikan,” kata Perwakilan Regional UNODC untuk Asia Tenggara, Jeremy Douglas.Tempo





0 comments :