![]() |
| Sisa Pondok SAD yang Ditinggalkan |
Dikabupaten Musi Rawas,tepatnya di Desa Q1 Wonosari Kecamatan Tugu Mulyo keberadaan SAD tidak asing lagi bagi masyarakat setempat,menumpang diarea perkebunan warga mendirikan pondok terbuat dari daun jerami menjadi pemnadangan yang biasa bagi warga setempat.
Bahkan, untuk berpindah-pindah dari desa satu kedsa yang lain,mereka tidak lagi berjalan kaki, melainkan mengunakan kendaraan sepeda motor dan dibekali alat komunikasi Handphone (HP).
Menurut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura Ngadi, SAD bertahan hidup dengan cara menumpang di area perkebunan warga yang siap panen.
“Mereka untuk bertempat tinggal sementara dilahan kebun warga terlebih dahulu permisi dengan empuhnya yang punya tanah, ini menunjukan mereka sudah mengenal adab dan budaya yang akan ditempatinya,’jelasnya,kemarin.
Justru kehadiran SAD yang menumpang hidup dilahan kebun warga sangat membantu pemilik kebun.
“Seperti ditimpat tingal saya, yang kerap didatangi SAD,”katanya.
Cukup mudah mengenal SAD, mereka selaian hidup berkelompok dan berpindah-pindah cara mereka berjalanpun cukup unik.
\"Kata warga sini, ciri fisik SAD itu diantaranya kalau berjalan jinjit. Tapi hebatnya lagi, dia kalau nyelam disungai paling pintar. Bisa lama, dan mengambil ikan hanya pakai mulut dan tangan,\"katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mura Jamil Kamal melalui Kepala Seksi (Kasi) Komunitas Adat Tertinggal (KAT), Zailan menjelaskan,kehidupan SAD sudah menyatu dengan masyarakat.
“Meraka tidak lagi disebut KAT,’katanya.
Hidup bermasyarakat dengan warga setempat,sambungnya sudah layaknya warga yang modern.
“Kendati kebiasaan serta adat istiadat mereka tidak dapat diubah.dan mereka sudah memiliki alat komunikasi seperti HP,”tukasnya





0 comments :