Jakarta - Daftar korban penumpang MH17 bertambah dari
295 menjadi 298 orang. "Tiga orang tambahan merupakan bayi yang
sebelumnya tidak terhitung dalam daftar penumpang," tulis Malaysia
Airlines dalam keterangan resminya pada situs www.malaysiaairlines.com.
Dua bayi tersebut adalah warga negara Malaysia. Adapun satu bayi lainnya merupakan warga negara Indonesia. Total warga negara Indonesia yang menjadi korban hingga informasi terakhir dari Malaysia Airlines adalah 13 orang, termasuk satu bayi.
Informasi terakhir menunjukkan bahwa ada 298 penumpang dalam kecelakaan pesawat Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH17 itu. Sebanyak 15 orang di antaranya adalah kru pesawat.
Seperti dilansir situs resmi Malaysia Airlines, kewarganegaraan korban penembakan MH17 terdiri dari warga negara Belanda (154 orang), Malaysia 43 orang (termasuk 15 kru dan 2 bayi), Australia (27 orang), dan Indonesia 13 (termasuk 1 bayi). Selain itu, ada pula warga negara Inggris 9 orang, Jerman 4 orang, Filipina 3 orang, dan Kanada 1 orang. Sedangkan 41 orang lainnya belum bisa diverifikasi kewarganegaraannya.
Kamis sore, 17 Juli 2014, Malaysia Airlines jatuh diduga karena ditembak oleh rudal Buk di perbatasan Rusia dan Ukraina. Namun hingga kini belum ada pihak yang mengaku telah menembak pesawat penumpang tersebut.
Dua bayi tersebut adalah warga negara Malaysia. Adapun satu bayi lainnya merupakan warga negara Indonesia. Total warga negara Indonesia yang menjadi korban hingga informasi terakhir dari Malaysia Airlines adalah 13 orang, termasuk satu bayi.
Informasi terakhir menunjukkan bahwa ada 298 penumpang dalam kecelakaan pesawat Malaysia Airlines dengan kode penerbangan MH17 itu. Sebanyak 15 orang di antaranya adalah kru pesawat.
Seperti dilansir situs resmi Malaysia Airlines, kewarganegaraan korban penembakan MH17 terdiri dari warga negara Belanda (154 orang), Malaysia 43 orang (termasuk 15 kru dan 2 bayi), Australia (27 orang), dan Indonesia 13 (termasuk 1 bayi). Selain itu, ada pula warga negara Inggris 9 orang, Jerman 4 orang, Filipina 3 orang, dan Kanada 1 orang. Sedangkan 41 orang lainnya belum bisa diverifikasi kewarganegaraannya.
Kamis sore, 17 Juli 2014, Malaysia Airlines jatuh diduga karena ditembak oleh rudal Buk di perbatasan Rusia dan Ukraina. Namun hingga kini belum ada pihak yang mengaku telah menembak pesawat penumpang tersebut.





0 comments :