![]() |
| Suasana konfrensi pers Lomba Cipta dan Festival Lagu Anak i Puri Denpasar, Kuningan (12/7). Tempo/ |
Dalam berbagai ajang pencarian bakat anak di bidang musik, anak-anak kekurangan perbendaharaan lagu usia anak. Mereka sering menyanyikan lagu orang dewasa dan tampil dengan atribut dan riasan orang dewasa.
Dominasi lagu bertema cinta pada industri lagu populer menenggelamkan peluang munculnya tema lain yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyikapi kondisi ini dengan mengadakan kegiatan Lomba Cipta dan Festival Lagu Anak-Anak (Lomba Menyanyi Tunggal). Kegiatan ini juga diselenggarakan tahun lalu.
Pada tahun pertama, hanya ada lomba cipta lagu. Pada tahun ini, ada lomba menyanyi solo. Lagu yang dilombakan merupakan hasil lomba cipta lagu 2013.
Menurut Purwacaraka, komposer dan juri lomba ini, ada tiga kategori usia anak-anak yang membuka pendaftaran dalam lomba ini, yakni 3-6 tahun, 7-9 tahun, dan 10-13 tahun.
"Jumlah peserta lomba cipta lagu anak-anak tahun ini ada 220 orang dengan lagu 344 buah. Dan peserta menyanyi solo sebanyak 83 orang," kata Purwacaraka dalam acara penjurian di Hotel Puri Denpasar, Sabtu, 12 Juli 2014.
Penyanyi solo harus menyanyikan sepuluh lagu hasil lomba cipta lagu festival lagu anak-anak pada 2013, di antaranya Hutan, Mari Berolahraga, Sekolah, Tebak Cita-cita, Sambut Pagi, dan Buka Lembaran Hari.





0 comments :