
Mura,beritakito.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menerjunkan sniper atau penembak jitu di titik-titik rawan kriminalitas selama Lebaran 2014. Hal tersebut untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan.
"Sniper di sepanjang Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Muratara hingga perbatasan Surolangun Jambi. Hal itu untuk menciptakan rasa aman dan nyaman pemudik dan arus mudik hari raya idul fitri 1435 Hijiriah,"jelas Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H Akisropi Ayub saat didaulat saat menjadi irup Pelaksana Ops Ketupat 2014 di Mapolres Kabupaten Mura, membacakan sambutan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Sutarman,kemarin.
Sudah menjadi tradisi saat menjelang lebaran aktifitas warga mulai dari tempat pusat ibadaah,pusat pembelanjaan hingga arus jalan banyak dipenuhi pemudik.
"Sehingga, diperlukan pengamanan salah satunya mendirikan pos-pos keamanan di Jalinsum Kabupaten Muratara,"tegasnya.
.
Menurutnya, jika terjadi permasalahan lakukan tindakan tegas tetapi humanis untuk menegakkan aturan hukum. Sehingga, kenyamanan, tenang dan kondusif tercipta di masyarakat yang merayakan iidul fitri.
"Berdayakan pengamanan swakarsa dan satpam di lingkungan pemukiman masyarakat membantu tugas kepolisian. Untuk mencegah berbagai tindak kejahatan,"jelas dia.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Mura, AKBP Chaidir mengatakan, penyebaran sejumlah sniper di jalinsum Kabupaten Muratara untuk memberikan rasa aman dan nyaman pengguna jalan selama arus mudik berlangsung. Tindakan tegas tembak ditempat dilakukan jika ada yang menggangu dan melakukan tindakan kejahatan di jalinsum.
"Tembak ditempat sudah jelas dilakukan jika menggangu arus masyarakat di Jalinsum saat mudik lebaran ini,"tukasnya.
Untuk rasa kenyaman juga telah didirikan sebanyak 3 Pospam yakni, Simpang Semambang, Simpang Jayaloka, dan Bukit Beton Terawas. Sedangkan di jalinsum Kabupate Muratara yakni, Batu Gajah, Karang Waru, dan Desa Remban.
"Selain itu, petugas patroli mobile senantiasa patroli di setiap pos pengamanan. Namun, jika dilakukan pengawalan tentunya tidak mampu karena banyaknya para pemudik,"tukasnya(key)




0 comments :