
Palembang,Sumatera Deadline,--Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mulai mengkhawatirkan memasuki Indonesia,khususnya wilayah Provinsi Sumsel dinilai pimpinan PP Muhammadiyah Sumsel Profesor Dr M Romli,ISIS adalah gerakan yang bertentangan dengan ideologi NKRI dan juga bertentangan dengan Ideologi Islam.
” Para pendukung ISIS menginginkan satu sistem yang menguraikan NKRI, Jadi pemerintah sudah sepatutnya melakukan tindakan tegas akan keberadaan adanya Ideologi baru (ISIS),” Ungkap Profesor M Romli Selasa(5/8)
Ia mengungkapkan, bahwa keberadaan ISIS di Indonesia bertentangan dengan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“ Pemerintah mesti mengambil langkah tegas sesuai hukum yang berlaku di Indonesia, agar paham ISIS ini tidak berkembang dan merusak ideologi bangsa dan akan mengancam keberagamaan agama di Indonesia yang cenderung memiliki toleransi yang tinggi,”terangnya.
Menurutnya, Ideologi ISIS yang mana tentang ke Khalifah an Umat Islam di Irak dan Suriah ini suatu paham yang tidak jelas. Di mana di dua negara tersebut memiliki berbagai pemahaman seperti Islam Syiah, Sunni dan lainnya.
“ Negara Islam Seperti apa Ideologi ISIS ini, dan Negara Indonesia ini merupakan negara berdasarkan Pancasila dan negara beragama. Jangan sampai paham ini berkembang di Indonesia karena cenderung akan melakukan perusakan,” jelasnya
Ia menilai sambungnya, ideologi ISIS merupakan gerakan politik yang ditujukan untuk mendirikan negara Islam yang menyatukan Irak dan Suriah. Karena itu, ideologi tersebut tidak mungkin masuk ke Indonesia.
“ Kami mengimbau bagi kalangan Terpelajar dan masyarakat Sumsel umum nya agar tidak mengikuti Ideologi baru ini, dan begitu juga dengan aliran keras agar memfilter dahulu paham ISIS ini,”tukasnya.(Hidayat)




0 comments :