
Palembang,Sumatera Deadline --Kreativitas kemampuan pelajar di kota Palembang ditantang Pemerintah kota (Pemkot) Palembang dalam mengkreasikan panganan asli kota Palembang pada saat merayakan tradisi memperingati HUT RI 17 Agustus mendatang.
Telok Abang(telor merah),Telok Ukan,dan Pindang Telok menjadi ajang mengelola bakat melestraikan masakan asli Palembang ini pada HUT RI ke -69 bagi pelajar se kota Palembang.
“Kita buat seperti lomba, anak-anak akan diberi waktu sekitar dua jam untuk membuat kapal hias telok abang, makanan telok ukan dan telok pindang,bagi pelajar di kota ini pada 17 Agustus tahun ini,"kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) kota Palembang Yanuarpan,Kamis (7/8).
Mengapa lomba telok abang,telok ukan dan pindang telok menjadi agenda penting rangkaian kegiatan HUR RI tahun,kata mantan Camat Ilir Timur (IT) II ini,keberadaan panganan asli khas Palembang yang hanya muncul satu tahun sekali pada HUT RI,tidak banyak diketahui banyak masyarakat,termasuk masyarakat kota Palembang sendiri.
"Kita ingin mempopulerkannya lagi,ini salah satu ikon Palembang belum lagi banyak generasi muda yang mulai meninggalkan tradisi turun menurun ini,"ungkapnya.
Selaian lomba tersebut,kata Yanuarpan
peringatanHUT Kemerdekaan RI ke- 69 ini, akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Beragam kegiatan disiapkan, diantaranya Festival Telok Abang, Telok Ukan, Telok Pindang pada 14 Agustus, Lomba Biduk 15 Agustus, Parade Ketek Hias 16 Agustus, Festival Panjat Pinang 17 Agustus, Festival Perahu Hias dan Bidar Tradisional 17 Agustus, Lomba Paduan Suara dan Festival Lagu Palembang, 26-27 Agustus.
."Kita juga menyiapkan 25 batang pohon pinang di Plaza Benteng Kuto Besak Palembang.dengan pesertanya dari 16 kecamatan, mereka akan memperebutkan hadiah di pohon pinang,"katanya.
Bukan itu saja, lanjut Yanuarpan, pihaknya juga menyiapkan festival biduk dan ketek hias. Dimana, sekarang ini sudah sangat jarang sekali warga Palembang yang menjadikannya sebagai alat transportasi.
“Sudah jarang yang memakai biduk, mungkin sudah banyak yang tidak tahu. Karena itu kita ingin kembali mempopulerkannya. Kalau perahu ketek hias, kita ingin perahu ketek ini lebih menarik lagi. Ini sifatnya permanen, jadi diharapkan bisa menarik wisatawan untuk berkeliling sungai musi nantinya,” tukasnya(hidayat)




0 comments :